Archive

Archive for March, 2008

Babakan Utami

31 March 2008 rieaction 2 comments

bbkutami1.jpg

Babakan Utami namanya, sebuah tempat outbond yang terbilang baru yang berada di daerah Karang Tengah, Ciranjang Cianjur, kurang lebih 2 km dari jalan raya dan sangat mudah diakses. Hanya saja masih banyak tempat-tempat yang belum tertata dengan baik, misalnya tempat parkir yang masih bebatuan, tempat tiket yang letaknya di dalam, pancuran mandi yang tidak tertutup serta belum banyak pohon-pohon besar yang dapat memberikan kesegaran di arena outbond.

Jenis outbond hampir mirip dengan tempat yang lain, misalnya yang banyak diminati adalah flying fox, jembatan goyang, rock climbing, dan sejenisnya. Atau bagi yang suka dengan air ada juga naik perahu dan bagi anak-anak yang suka dengan naik motor ada arena untuk motocross mini. Yang cukup menarik adanya arena untuk menunggang kerbau dan bercocok tanam.

Biaya relatif murah, untuk semua permainan kita cukup membayar Rp. 25.000,- dan tambahan Rp. 10.000 jika kita mau mencoba naik kerbau.

Saran untuk yang mau berkunjung ke sana, harus datang lebih pagi, kalau bisa pukul 8.00 sudah berada di tempat, karena kalau terlalu siang udara tidak begitu mendukung, apalagi kalau tidak ada awan, panas matahari sangatlah menyengat yang membuat kita gerah dan enggan melakukan aktifitas.

Categories: kunjungan

Matematika Hidup

28 March 2008 rieaction Leave a comment

Ternyata hidup ini tidak dapat dihitung secara matematika yang katanya ilmu eksak atau ilmu pasti, banyak yang hal yang tidak pasti dalam hidup, bahkan ketidakpastian ini begitu besar.  Matematika kita berbicara jika 1.000 – 200, maka akan menjadi 800, ternyata Matematika hidup tidaklah demikian, tergantung angka 1.000 dan angka 200-nya darimana dan buat apa.

Pada sebuah Jumatan di dompet ada uang sebesar Rp. 25.000,- dan saya masukan semua ke kencleng masjid dengan tanpa harapan apa-apa selain ingin memberikan infak.

Seperti biasa sore hari pulang ke rumah dan bercengkrama dengan keluarga, habis magrib ada telepon dari seseorang yang tidak saya kenal, dan diminta untuk datang ke kantor beliau yang ternyata beliau ini adalah teman istrinya teman saya waktu kuliah di Unpad, dia tahu saya dari teman saya itu.  Rupanya beliau meminta saya untuk mengerjakan sebuah pekerjaan dan langsung saat itu juga saya diberi uang oleh dia sebesar tujuh belas juta rupiah, tanpa kuintansi tanpa menanyakan HP saya, begitu aneh. Saya menanyakan perlu kuitansi tidak, dia bilang tidak usah, sambil kebingungan saya masukan amplop berisi uang kedalam bagasi motor vespa saya.

Saya berfikir, seharusnya hari itu saya tidak punya uang, karena kemarin uang yang ada di dompet sudah saya masukan ke kencleng, tapi ternyata Matematika hidup tidak seperti matematika kita, dan kita saya yakin ternyata matematika hidup ini adalah matematika kepunyaan Allah.

Categories: Islam

Kebaikan yang wajib dibalas

27 March 2008 rieaction 2 comments
images.jpg

Tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membalas kebaikan seseorang, tetapi suatu saat harus dibalas, ini sebuah “DENDAM” yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Haruslah dibalas!!!Malu jika tidak terbalaskan, hanya bagaimana cara membalasnya ya ? Ya Allah berikan jalan yang diridloi-Mu untuk membalas segala kebaikannya, takut hamba-Mu ini menjadi orang yang tidak tahu balas budi, yang selalu menutup mata dan telinga atas kemurahan hati seseorang.Sementara belum dapat membalasnya, berikanlah kebahagian dengan tangan-Mu, lancarkan rejekinya, sehatkan jiwa raganya dan mudahkanlah segala urusannya. Amin.

Categories: Islam

Payakumbuh

24 March 2008 rieaction Leave a comment
rieaction

Rencana berangkat minggu 16 Maret 2008 dengan Adam Air dari Jakarta ke Padang, namun diluar dugaan semua penerbangan Adam Air dibatalkan akibat masalah manajemen yang semrawut, akhirnya saya dan Pa Dessy berangkat esok harinya dari Bandung Super Mall (BSM) dengan pemandu modanya primajasa tepat pukul 08.15. Sampai di Cengkareng sekira pukul 11.00, makan siang dan sholat dulu, lalu check-in pukul 13.00. Air Asia yang kami tumpangi agak molor sekira setengah jam, hingga sampai di Minangkabau jam 17.30 an.Rupanya Mr. Agus dan Mr. Andra dari PDAM Payakumbuh sudah cukup lama menunggu di Bandara, kami saling bersalaman dan langsung pergi ke Payakumbuh. Hampir adzan magrib dan berhenti sejenak untuk makan dan sholat di Laun Ombak, sebuah rumah makan padang yang cukup besar dimana pertama kali kita ke Payakumbuh mampir juga di situ. Sampai Padang Panjang, badan terasa lelah dan ngantuk akhirnya tertidur di mobil. Saat bangun ternyata sudah sampai di penginapan “bundo kanduang” sekira jam 10 malam, rupanya Mr. Agus sudah memesankan kamar untuk kita berdua, kamarnya lumayan nyaman dan yang paling penting banyak ‘colokan’ listriknya, sebab kami berdua masing masing bawa laptop, hp ada 5 buah (bukan sombong lho), belum charger buat batere kamera digital dan charger buat MP4 player.Kami ber empat ngobrol-ngobrol dulu cerita kesana kemari, Saya mengeluarkan pesanan Mr. Agus buat istrinya yang sedang menganduang yaitu ‘hui cilembu’ , buah naga dan untuk Mr. Andra pesanannya adalah kartu perdana selular. Malam semakin larut, Mr. Agus dan Mr. Andra pulang, dan kitapun tertidur kecapaian, walaupun sebenarnya masih ada yang harus dipersiapkan untuk presentasi besok harinya di kantor PDAM Kota Payakumbuh.

Categories: kunjungan

13 April 2008

6 March 2008 rieaction Leave a comment

Kata koran sih, tanggal 13 April 2008 akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah alias pemilihan gubernur Jawa Barat. Tidak begitu kuperhatikan memang tanggal tersebut, rasa-rasanya kurang menarik dengan acara ini, betapa tidak pengalaman membuktikan bahwa pemimpin-pemimpin yang terpilih tidak berpihak kepada rakyatnya, rakyat tetap miskin, tetap bodoh karena sekolah mahal dan tetap sakit-sakitan karena ongkos berobat melambung tinggi. Lalu buat apa kita memilih, jika saja harapan-harapan ke arah lebih baik tidak ada. Apakah salah jika kita tidak memilih, padahal kalau kita milih san salah memilih, maka resiko akan kembali lagi kepada kita.
Dari tiga pasangan calon, dua diantaranya adalah “pemain” lama yang sampai saat ini masih buram laporannya, tetapi yang jelas selama mereka bermain belum dirasakan murahnya bersekolah, murahnya berobat dan mudahnya mencari pekerjaan.
Kalaupun harus memilih, dan jika tidak memilih dianggap penghianat bangsa, maka hanya satu-satunya harapan adalah calon sisanya itu, walaupun belum tahu bagaimana sepak terjang mereka jika menjabat, namun itulah harapan satu-satunya.

Categories: Lain-lain