13 April 2008
Kata koran sih, tanggal 13 April 2008 akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah alias pemilihan gubernur Jawa Barat. Tidak begitu kuperhatikan memang tanggal tersebut, rasa-rasanya kurang menarik dengan acara ini, betapa tidak pengalaman membuktikan bahwa pemimpin-pemimpin yang terpilih tidak berpihak kepada rakyatnya, rakyat tetap miskin, tetap bodoh karena sekolah mahal dan tetap sakit-sakitan karena ongkos berobat melambung tinggi. Lalu buat apa kita memilih, jika saja harapan-harapan ke arah lebih baik tidak ada. Apakah salah jika kita tidak memilih, padahal kalau kita milih san salah memilih, maka resiko akan kembali lagi kepada kita.
Dari tiga pasangan calon, dua diantaranya adalah “pemain” lama yang sampai saat ini masih buram laporannya, tetapi yang jelas selama mereka bermain belum dirasakan murahnya bersekolah, murahnya berobat dan mudahnya mencari pekerjaan.
Kalaupun harus memilih, dan jika tidak memilih dianggap penghianat bangsa, maka hanya satu-satunya harapan adalah calon sisanya itu, walaupun belum tahu bagaimana sepak terjang mereka jika menjabat, namun itulah harapan satu-satunya.