Payakumbuh
Rencana berangkat minggu 16 Maret 2008 dengan Adam Air dari Jakarta ke Padang, namun diluar dugaan semua penerbangan Adam Air dibatalkan akibat masalah manajemen yang semrawut, akhirnya saya dan Pa Dessy berangkat esok harinya dari Bandung Super Mall (BSM) dengan pemandu modanya primajasa tepat pukul 08.15. Sampai di Cengkareng sekira pukul 11.00, makan siang dan sholat dulu, lalu check-in pukul 13.00. Air Asia yang kami tumpangi agak molor sekira setengah jam, hingga sampai di Minangkabau jam 17.30 an.Rupanya Mr. Agus dan Mr. Andra dari PDAM Payakumbuh sudah cukup lama menunggu di Bandara, kami saling bersalaman dan langsung pergi ke Payakumbuh. Hampir adzan magrib dan berhenti sejenak untuk makan dan sholat di Laun Ombak, sebuah rumah makan padang yang cukup besar dimana pertama kali kita ke Payakumbuh mampir juga di situ. Sampai Padang Panjang, badan terasa lelah dan ngantuk akhirnya tertidur di mobil. Saat bangun ternyata sudah sampai di penginapan “bundo kanduang” sekira jam 10 malam, rupanya Mr. Agus sudah memesankan kamar untuk kita berdua, kamarnya lumayan nyaman dan yang paling penting banyak ‘colokan’ listriknya, sebab kami berdua masing masing bawa laptop, hp ada 5 buah (bukan sombong lho), belum charger buat batere kamera digital dan charger buat MP4 player.Kami ber empat ngobrol-ngobrol dulu cerita kesana kemari, Saya mengeluarkan pesanan Mr. Agus buat istrinya yang sedang menganduang yaitu ‘hui cilembu’ , buah naga dan untuk Mr. Andra pesanannya adalah kartu perdana selular. Malam semakin larut, Mr. Agus dan Mr. Andra pulang, dan kitapun tertidur kecapaian, walaupun sebenarnya masih ada yang harus dipersiapkan untuk presentasi besok harinya di kantor PDAM Kota Payakumbuh.
