Pencatatan Meter Real Time !
Dengan semakin majunya dunia teknologi informasi, maka semakin mudah dan murah orang untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Kondisi ini sangat disayangkan jika tidak kita manfaatkan untuk keperluan pekerjaan kita, terutama pekerjaan seorang pencatat meter.
PDAM-PDAM yang ada di Indonesia untuk mencatat meter dari rumah ke rumah masih menggunakan semacam daftar pencatatan meter (DPM) dan diantaranya ada yang sudah menggunakan alat yang dinamakan dengan handheld yang dilengkapi dengan barcode.
Namun semuanya itu masih bersifat offline, pencatat meter yang menggunakan DPM, mereka harus datang ke kantor dan memindahkannya dari tulisan tangan ke komputer, sedangkan yang sudah menggunakan handheld, mereka datang ke kantor untuk menguploadnya ke server/komputer.
Di PDAM yang berada di kota-kota besar, lalu lintas setiap hari selalu padat dan kadangkala macet, sementara harga bahan bakar minyak (BBM) semakin mahal, sehingga jika pencatat meter harus datang ke kantor hanya untuk memidahkan data, dirasakan saat ini tidak efektif dan tidak ekonomis. Demikian pula dengan evaluator yang berada di kantor harus selalu menunggu data yang datang, menyebabkan evaluasi sangat tergantung kepada data yang datang.
Nampaknya kondisi di atas dapat diatasi jika kita dapat mencatat meter secara real time, dimana pencatat yang datang ke rumah-rumah dapat langsung menginput datanya langsung dikirim ke server lewat internet, record by record, dengan demikian akan jauh lebih efektif dan efisien
Untuk keperluan ini, kita manfaatkan teknologi selular yang dapat akses ke internet dengan koneksi paket data (GPRS), apalagi saat ini para operator selular memberikan harga yang sangat kompetitif terutama untuk koneksi gprs, beberapa operator memberikan harga Rp. 1,- / kbyte, sebuah harga cukup murah, jika kita hanya memasukan stand meter ke sebuah server di internet, maka satu kali input tidak lebih dari Rp. 1,-, jika seorang pencatat meter memasukan data 100 pelanggan ke server lewat internet ini, maka hanya cukup membayar Rp. 100,- saja, coba bandingkan jika dia harus datang ke kantor menggunakan angkutan umum atau motor, dapat dipastikan biaya yang harus dikeluarkan lebih besar daripada menggunakan internet.
Secara umum pencatatan meter real time ini memberikan beberapa keuntungan, yakni :
- Biaya yang dikeluarkan dari mulai mencatat hingga menginput ke komputer jauh lebih murah
- Real Time, data yang diinput dilapangan dapat langsung dibaca di server/di kantor, sehingga memudahkan evaluasi pencatatan meter
- Urutan data pencatatan dapat diatur oleh pencatat meter sendiri, sehingga lebih mudah dikerjakan dilapangan (rute catat)
- Dapat melaporkan kasus dilapangan dengan langsung mengirimkan fotonya, misalnya meter buram, meter tidak ada, dll
- Alat mudah didapat karena berupa telepon selular yang dilengkapi dengan kamera digital dan support GPRS.
Sementara beberapa kelemahannya yaitu :
- Harus menggunakan alat namun alat ini lebih murah dari handheld;
- Sangat tergantung kepada kestabilan koneksitas operator selular;
- Diperlukan pelatihan SDM yang dapat mengoperasikan alat tersebut.
Semua hal di atas sudah tersedia teknologinya, tinggal kita mau memanfatkannya atau tidak. (Dessy – Dewi – Herry)