Archive
Back 2 School
Hari ini anak-anak kembali ke sekolah, si teteh Talitha Meta Ariesya diantar sama ibunya karena buat dia hari ini adalah hari pertama masuk sekolah baru, SMA Istiqomah yang terletak di Jl. Cijaura Girang, dengan naik motor hanya memakan waktu sekira 15 menit, lumayan dekat. Sementara si ade Talisha Eta Ariesya yang biasanya dianter ibunya, mau tidak mau sudah kelas tiga ini harus naik sepeda ke sekolah, dan hari pertama saya ikutin dari belakang, alhamdulillah sampai di sekolah SD Al-Aitam hanya memerlukan waktu sekira 13 menitan.
Sempat merenung dengan pendidikan anak-anak ini, di mana-mana di awal bulan Juli ini hampir semua orang tua yang mempunyai anak usia sekolah disibukan dengan berbagai macam keperluan sekolah, mulai dari harus daftar ulang, melihat-lihat internet untuk memastikan anaknya keterima atau tidak, sampai harus mengganti buku-buku dan peralatan sekolah yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Begitu pusing orang tua memikirkan pendidikan anak-anaknya.
Namun dibalik itu tanpa kita sadari pula banyak orang tua yang tidak mengerti kenapa harus sesibuk ini, seolah-olah dunia ini mau kiamat jika anak-anak tidak dapat sekolah di tempat yang diidam-idamkan, sampai-sampai tidak sedikit orang tua melakukan cara-cara yang tidak terpuji, yakni menyogok dengan sejumlah uang agar anaknya dapat diterima di sekolah yang diinginkan. Begitu juga tidak sedikit pejuang pendidikan (para guru) yang mencoba mengais rejeki dari momen ini dengan menawarkan jasa dapat memasukan anak-anak yang tidak keterima untuk masuk ke sekolah yang diinginkan.
Kecurangan muncul tidak pada saat setelah muncul nilai uan saja, namun juga terjadi pada saat proses uan, dengan dalih kasihan kepada anak didiknya, tidak sedikit guru yang melakukan kecurangan dengan memberikan jawaban di toilet pada saat ujian berlangsung. Anak-anak secara bergiliran mendadak ingin ‘pipis’ untuk melihat jawaban yang telah disediakan guru di toilet. Mereka seolah lupa memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada anak didiknya, yaitu kejujuran, ya kejujuran menjadi sangat mahal di negeri ini, padahal itu adalah sebuah kunci kesuksesan yang hakiki, merekapun telah lupa pula bahwa yang dianggap baik olehnya belum tentu baik di mata Alloh sang maha mengetahui.
Sayang kejujuran tidak ada tempat kursusnya, tidak ada universitasnya atau tidak ada sekolahannya, kejujuran hanya muncul dalam sebuah keimanan yang kuat, menyadari Alloh maha mengetahui, yakin Alloh maha melihat dan yakin dengan jujur akan selamat.
Lewat blog ini, marilah kita didik anak-anak kita untuk berbuat dan berlaku jujur, berkata jujur, hidup jujur, nilai matematika boleh 3 atau 5 tapi jujur hasil sendiri, karena dengan demikian nilai jujurnya adalah 10, sanggupkah kita mendidik mereka untuk jujur? Jangan-jangan kitapun sama belum bisa jujur.
Hikmah Psikotest
Sekira usia 20-an pernah mengikuti tes psikologi atau psikotes yang diselenggarakan oleh PT. Gramedia dan PT. Coca Cola dalam rangka mencari pegawai, dan alhamdulillah dua-duanya lolos dan keterima kerja di PT. Gramedia dan PT. Coca Cola sebagai programmer komputer, namun karena masih kuliah dan mereka menginginkan bekerja full time, sementara masih banyak mata kuliah yang harus diambil, sehingga kesempatan kerja tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
Dua puluh tahunan kebelakang itulah pertama kali mengikuti psikotes. Selasa, 8 Juli 2008, kembali mengikuti psikotes, surat perintah direktur utama mau tidak mau harus dijalani, tidak begitu jelas maksud dari diadakannya psikotes ini, namun dengan nothing to lose kita ambil hikmahnya saja dari tes ini.
Seperti biasanya tes dilakukan secara marathon, dimulai pukul 8.00 dan berakhir sekira pukul 16.30 an, diselingi makan siang dan sholat dzuhur, mulai dari tes IQ (intelligence quotation), stereotif geometry yang lebih mempekerjakan otak kanan, deret hitung, daya ingat, kepribadian atau sikap (EQ=emotion quotation), kemampuan berhitung, dan kreatifitas, mungkin seperti itulah maksud dari tes ini.
Walaupun tidak tahu hasil penilaian penyelenggara tes ini, yaitu bagian psikologi Angkatan Darat Jl. Sangkuriang Bandung, namun kalau boleh menilai duluan akan diri ini ternyata ada :
a. Penurunan dalam hal, meliputi :
- Kemampuan Intelektual
- Daya hayal stereotif
- Daya Ingat
- Kreatifitas
- Yang paling terasa adalah kemampuan mata melihat (terima kasih ya Alloh sudah diingatkan dengan mata ini)
- Kemampuan menulis
b. Kenaikan dalam hal
· Yang jelas dalam usia
· Juga berat badan
· Berhitung (mugkin karena banyak menghitung gaji orang lain)
· Sedikit lebih jujur
· Ketenangan
Sempat bertafakur sejenak, kenapa dulu dan sekarang berbeda, mungkin dulu beban fikiran tidak seperti sekarang, dulu hanya berfikir untuk diri sendiri dan kuliah, tapi sekarang banyak sekali yang difikirkan, dari mulai keluarga, orang tua, saudara, teman yang baik hati, pekerjaan kantor sampai pekerjaan di luar kantor. Selain itupun pasti secara fisik banyak kemunduran, dengan menggunakan kaca mata multilensa ya minus, ya plus, ya silindris, lumayan mengganggu membaca, serta kebiasaan menggunakan komputer membuat tangan ini kaku menulis banyak.
Terlepas dari penurunan dan kenaikan tersebut, yang jelas semuanya memberikan hikmah untuk dicermati, bahwa semuanya tidak ada yang abadi, manusia ini makhluk lemah terbuktikan juga dengan tes ini, berbeda dengan khalik yang maha perkasa.
Tunggu apalagi yang harus dilakukan, kalau bukan bersyukur, bertobat dan lebih banyak mendekatkan diri lagi kepada-Nya, mumpung masih ada waktu.
No where to go ! (it’s a joke)
Dewi namanya, atau Dewi Rosalia Permata lengkapnya. Beliau ini bekerja di Bagian Teknik Perencanaan Air Kotor Perusahaan Daerah Angin Mamiri, namun sehari-harinya begitu sibuk, sehingga seringkali tidak ada di ruangannya. Sering kita berbincang tentang kesibukan yang memaksanya tidak dapat berlama-lama di kursi tempat dia bekerja, sebentar sebentar aiphonenya berdering meminta dia untuk membantu sang penelepon, atau kadang smsnya berbunyi untuk hal yang sama, pokoknya sehari-hari beliau ini sibuk sekali.
Saya sudah mencoba iseng agar beliau membeli lem yang paling kuat, dari mulai aica aibon, lem tikus sampai super glue untuk menempelkan dia dengan kursi, namun kesibukan dia lebih kuat dari lem manapun. Akhirnya muncul ide seperti gambar di bawah ini:
Barangkali ada yang punya ide lainnya ??
Instant Messenger
Luar biasa dunia teknologi informasi ini, dengan munculnya telepon selular dengan SMSnya, terus dengan adanya fasilitas MMS orang berkomunikasi lebih cepat dan lebih hemat serta lebih seru, selain dapat berkirim informasi berupa teks, juga bisa tukar gambar atau audio. Dan sekarang dunia komunikasi diramaikan dengan bermunculan software software instant messenger yang selain dapat diinstall di komputer juga dapat diinstall di telepon selular, sebut saya yang paling popular seperti Yahoo Messenger, ICQ, AIM, Google Talk, MSN, Skype, YMTiny, Morange, Yamee, Slick dan masih banyak yang lainnya.
Dengan software tersebut kita dapat berkomunikasi kapan saja, dimana saja dengan biaya yang murah, misalnya bila kita menggunakan axis untuk koneksi gprs ke internet hanya memasang tarif Rp. 0,1,- per kilo byte untuk 10 mbyte pertama, selanjutnya Rp. 1,- per kbyte sama dengan yang dibandrol oleh Mentari atau IM3. Sementara jika menggunakan telkomsel lebih mahal yaitu Rp. 5,-/kbytenya, namum jaringannya luar biasa luas untuk telkomsel ini.
Pada saat berkomunikasi atau melakukan chat, sebagai orang awam kadang-kadang bingung dengan bahasa chat ini, ada yang cuma nulis “lol” saja, atau “asl” saja apa arti semua itu ?. Nah dalam tulisan ini ada sedikit bahasa chat yang secara umum sering digunakan :
- ASL (Age, Sex, Location) menanyakan umur, jenis kelamin, dan lokasi berada.
- PLS (Please) untuk menyertai pesan permintaan tersebut
- GTG (Got to Got) berpamitan untuk mengakhiri pembicaraan
- BRB (Be Right Back) izin sebentar untuk keperluan tertentu dan segera kembali untuk melanjutkan pembicaraan
- LOL (Loughing Out Loud) tertawa terbahak bahak, sebagai respon atas pesan sebelumnya
- NVM (Never mind) ngak masalah
- F2F (Face To Face) bertatap muka.
- TITI DJ (Hati- Hati Di Jalan)
- TITI KAMAL (Hati-Hati Kalau Malam)
- MAMA DINA (Makan Malam Dimana)
- SMS (Saya Masih Sendiri)/Jomblo gi tu lho
- DUO CORE (Duda or Cowok keren)
- JJS (Jalan-Jalan Sore)
Namun semua itu hanyalah ungkapan-ungkapan yang sering digunakan di dunia chat, tapi sebenarnya mau nulis apa saja tidak masalah asal orang yang diajak ngobrol paham dengan maksudnya.
Hanya jangan lupakan satuhal, tulislah atau bicaralah yang baik-baik, gunakan sarana ini untuk media silaturahim, media kerja, media pembelajaran dan media dakwah. Betul tidak nih……?


