Karimun IGOS
Masalahnya adalah kebiasaan, kita sudah terbiasa dengan menggunakan produk-produk microsoft seperti Microsoft Windows dan Microsoft Office serta piranti lunak lainnya yang berflatform sistem operasi dari microsoft seperti Corel Draw, Adobe PhotoShop, Macromedia Flash dan masih banyak produk lainnya untuk berbagai keperluan pekerjaan. Dengan kebiasaan menggunakan produk-produk di atas walaupun illegal kita sulit untuk beralih ke produk-produk yang open source seperti linux dengan banyak distro.
Agak aneh memang, sementara Kementrian Negara Riset dan Teknologi, dengan bersusah payah membuat IGOS Nusantara (IGN) untuk dijadikan software nasional yang dapat menghandle pekerjaan-pekerjaan sehari-hari di kantor maupun di rumah, namun pada saat Bill Gates ketemu SBY untuk menggratiskan Microsoft bagi kalangan pelajar SMA, malah di sambut baik, padahal itulah strategi Bill Gates untuk memberikan kebiasaan kepada anak SMA sedari muda, biar nanti terus ketergantungan ke produk Microsoft sementara mentrinya menggembar-gemborkan OSS (Open Source Software) dengan rumus ABG+C nya (Academician, Bussiness, Goverment dan Community).
Pernah ada cerita, bossnya PEPSI Cola suatu saat berjalan-jalan di sebuah resto, saat itu dia berjumpa dengan salah seorang karyawannya yang sedang makan, pada saat dilihat ternyata hidangan yang ada di mejanya selain makanan ada juga minuman dengan merek COCA COLA, kontan saja si boss ngamuk dan saat itu juga karyawannya dipecat dari perusahaannya, mungkin itulah salah sat bentuk komitmen boss PEPSI, sekali PEPSI tetap PEPSI.
Namun tantangan tidak pernah surut, jika RISTEK ingin tahun 2010 IGN dapat menjadi sistem operasi yang digunakan secara nasional (mungkin tidak ya?), maka haruslah lebih gencar lagi melakukan aksi sosialisasi ke berbagai kalangan, ajaklah para pelajar, atau aktifis IT di berbagai perusahaan maupun sosialisasikan di televisi nasional agar lebih dapat dikenal di tanah air ini.
Tanggal 23 Agustus 2008, sosialisasi IGN dilaksanakan di Pemerintahan Daerah Karimun – Batam, dengan menjelaskan mengenai kebijakan pemerintah mengenai diluncurkannya IGN oleh rekan saya dari Ristek, Ir. Agus Taman KD dan saya kebagian menjelaskan secara teknis bahwa IGN tidak jauh berbeda dengan software yang biasa digunakan di microsoft, ada OpenOffice padanan Microsoft Office, ada GIMP padanan untuk Photoshop, ada InkScape padanan untuk Corel Draw, ada Firefox padanan Internet Explorer, ada Blender padanan 3D Studio, dan masih banyak lagi open source software (OSS) yang dapat membantu pekerjaan kita secara free, sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk pindah ke OSS karena sudah banyak tersedia software yang kita butuhkan, tinggal berani tidak merubah kebiasaan menggunakan software-software illegal.
Artikel lainnya : http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=3011
