Archive

Archive for March, 2009

MySql sebagai alternatif

19 March 2009 rieaction Leave a comment

Kalau saja uang yang  menjadi pertimbangan,  dan tidak mau terkena sweeping gara-gara menggunakan software bajakan,  maka MySql menjadi  alternatif untuk penggunaan database.   Bisa kita bayangkan jika kita ingin menggunakan oracle,  sebagai contoh  oracle 11g enterprise,  biaya lisensi sebesar US$47.500 per lisensi ditambah  22% support  dan  10% PPN belum biaya-biaya lainnya.

Atau kalau kurang jelas bisa ditanyakan ke  :

PT. Metrodata Electronics, Tbk.
Wisma Metropolitan I, 16th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920
 
Telepon:
(62-21) 252 4555 dan 570 5998
 
Faksimili:
(62-21) 570 5988
 
E-mail:
info.metrodata@metrodata.co.id

Semoga bermanfaat

Categories: Teknologi Informasi

Ranking database : Dimana Cobol ?

18 March 2009 rieaction Leave a comment

Survey yang dilakukan oleh Independent Oracle Users Group (IOUG), menghasilkan ranking database yang digunakan orang di seluruh dunia, berikut hasil survey mereka :

Oracle 9i 84%
Microsoft SQL Server 70%
Microsoft Access 50%
Oracle 8i 50%
Oracle 10g 49%
IBM DB2 27%
MySQL 25%
Sybase 18%
Oracle 8 10%
IBM Informix 7%
Other 5%

Posisi puncak masih ditempati oleh database komersial seperti  Oracle 91,  MS SQL Server, Ms. Access, dan seterusnya.  Sedangkan untuk GNU General Public License (GPL) masih ditempati oleh MySQL.

Kalau kita cari COBOL di list tersebut mungkin masih di katagori Other yang 5%.   Apa tidak sebaiknya bagi yang masih menggunakan COBOL untuk pindah ke database yang lebih gaul ?

Categories: Teknologi Informasi

Duh kasian deh para caleg….

16 March 2009 rieaction Leave a comment

Bukan survey memang,  ini hanya sekedar obrolan warung kopi dengan beberapa pedagang kecil di pinggir jalan,  pedagang gudeg, pedagang sate, pedagang  pulsa, pedagang minuman dan beberapa pedagang lainnya.  Saya sempat bertanya kepada mereka : ” Sudah punya pilihan untuk pemilu caleg ini?”, 100% mereka bilang : ” Ah…kenal pun tidak, kalaupun kenal belum tentu kami pilih….jadi pemilu caleg sekarang kami tidak akan memilih, nggak tahu yah kalau nanti pemilihan presiden …”, dengan nada lirih dan terlihat tidak bersemangat.

Memang tidak usah disimpulkan, obrolan ini  tidak mewakili polling survey yang dilakukan banyak orang, namun ini hanya sebuah  gambaran kecil yang terjadi di masyarakat kecil.   Rata-rata mereka sudah bosan, apatis karena tidak ada perubahan, yang mereka rasakan, hidup itu berat, segalanya berat, cari uang susah, sekolah juga mahal walaupun sekarang sudah digratiskan, tapi biaya yang lainnya seperti transpor, buku-buku dan jajan anak-anak mereka.  Apalagi kalau harus melanjutkan sampai ke perguruan tinggi yang sekarang tambah jauh dari orang-orang kecil seperti mereka.

Mereka seolah tidak peduli dengan fatwa “haramnya” MUI, bergelut dengan kesulitan setiap haripun sudah melelahkan, apalagi harus berfikir milih-milih caleg.   Sempat saya tanyakan : ” Kan ini untuk merubah nasib negara secara keseluruhan?”, lantas mereka cuma bilang : ” dari dulu juga ngomongnya begitu mas…., tapi buktinya sekarang…tetap aja tidak ada perubahan…”. Begitulah komentar mereka.

Tak kenal maka tak sayang,  para caleg ini mau disayang bagaimana, kenalpun tidak,  seharusnya KPU memfilter caleg ini dengan kriteria tertentu,  misalnya ada semacam tes, apakah tes kejujuran, tes kesosialan, tes kepemimpinan , tes pengetahuan, tes psikologi, sehingga yang boleh menjadi caleg adalah mereka yang telah lulus serangkaian tes tersebut.  Masyarakat yang tidak kenal dengan calonpun  akan punya dasar alternatif untuk menentukan pilihannya.

Kasihan juga ya para Caleg yang sudah mengeluarkan dana besar untuk membuat atribut jika tidak ada yang memilih dengan jumlah yang siginifikan.

Categories: Lain-lain