Sudah 5 tahun berlalu, Facebook menjadi situs jejaring sosial yang sukses, menyalip situs jejaring sosial lainnya seperti friendster yang sebelumnya banyak digunakan oleh kalangan anak muda. Dengan kemunculannya menjadikan demam facebook di mana-mana, begitu menariknya, betapa tidak, perpisahan masa sekolah 5 tahun, 10 tahun sampai puluhan tahun, dipertemukan kembali di facebook, tidak disangka-sangka yang dulu berpisah dan tidak tahu rimbanya, dengan facebook bisa bertemu kembali secara on-line maupun secara offline dengan rame-rame mengadakan reuni, akhirnya di media masa banyak sekali pengumuman tentang reuni ini.
Adanya pertemuan kembali (reuni) ini menciptakan peluang rejeki bagi rumah rumah makan ataupun restauran, cafe bahkan hotel sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang sudah rindu bertemu teman-teman lama. Atau tempat pertemuan tersebut tidak jarang menggunakan sekolah dimana mereka menuntut ilmu sambil memberikan sumbangan buat sekolah. Intinya dengan facebook silaturahim bisa terus terjalin dengan tidak dibatasi wilayah dimana mereka berada.
Namun, semakin sering menggunakan facebook, dimana teman lama bisa bertemu kembali, maupun kenalan-kenalan baru dapat dengan mudah diciptakan kadang kala menimbulkan efek negatif dalam hal perselingkuhan, beberapa penelitian membuktikan dengan semakin digemarinya facebook semakin meningkatkan angka perceraian, nah inilah yang harus disikapi secara hati-hati.
Kehati-hatian menggunakan facebook ini dapat diperhatikan dari artikel berikut ini :
Sejak diluncurkan 4 Februari 2004, situs jejaring sosial facebook telah memikat jutaan hati penggunanya. Mulai siswa sekolah, ibu rumah tangga, selebriti, hingga politisi, kini memiliki jejaring sosial facebook. Berkat kemajuan teknologi, kini kita pun dapat memperbarui status facebook dan mengomentari foto setiap saat. Rasanya, kini ada yang kurang bila setiap hari tidak masuk ke situs ini dan melakukan aktivitas “facebook-ing”.
Manfaat facebook memang tak cuma untuk pergaulan, tapi juga sarana komunikasi, mencari pekerjaan, hingga kampanye. Sayangnya kesibukan mengutak-atik facebook membuat banyak orang kini lebih banyak menghabiskan waktu ketimbang bekerja. Tak heran bila banyak perusahaan yang mulai menerapkan kebijakan mengeblok situs ini di kantor. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara facebook dengan meningkatnya angka perceraian di Inggris dan Australia.
Nah, apakah Anda termasuk dalam orang yang hidupnya mulai dikendalikan facebook? Simak 10 tanda berikut ini.
- Facebook telah menjadi homepage internet di komputer atau laptop Anda.
- Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman.
- Daftar teman Anda sudah melebihi angka 500 orang dan setengahnya hampir tidak dikenal.
- Bila sedang jauh dari komputer, Anda mencek facebook melalui BlackBerry, iPhone, atau ponsel pintar lainnya.
- Rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari, meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.
- Anda mengubah profile foto lebih dari 12 kali.
- Anda membaca artikel ini sambil mencek facebook.
- Anda membersihkan “wall” agar terlihat sudah lama tidak masuk ke fb.
- Anda menjadi anggota lebih dari 10 grup dan merespons setiap undangan meski sebenarnya tak berminat.
- Anda mengubah status hubungan hanya untuk meningkatkan popularitas di facebook.
Teknologi tidak dapat kita hindari, namum teknologi ini seperti pisau, bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bisa juga malah membahayakan, tergantung dari siapa yang memegang pisau ini. Jika kita bisa berfikiran positif dengan teknologi yang satu ini, banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari facebook, diantaranya :
- Menjalin silaturahim
- Menginformasikan hal-hal yang mungkin bermanfaat buat kolega kita, misalnya seperti kejadian gempa di Tasikmalaya maupun di Padang, informasi dapat dengan mudah dan cepat kita dapatkan. Hindarilah membeikan informasi atau status yang terkesan ingin terlihat eksis, misalnya ”ternyata menara Apel itu miringnya ke kanan ya..” , “boarding pass @Changi Air Port” atau status yang remeh temeh, misalnya “@kamar mandi”, ”kok dia tidak datang ya…”, “laper…”, bukannya tidak boleh, tapi mari kita manfaatkan sarana ini sebaik-baiknya.
- Bisa digunakan media bisnis, misalnya mempromosikan produk atau jasa ke kolega
- Media alternatif untuk berkomunikasi dengan rekan bisnis, dengan memanfaatkan pesan, layaknya email kita dapat berkirim pesan di facebook
Hal yang patut kita perhatikan pula adalah, jangan sampai memboroskan waktu, sehingga banyak waktu yang terbuang dengan hanya membaca atau memperhatikan hal-hal yang tidak berguna. Kadang kala kita mau bekerja di depan komputer, karena facebooknya terbuka, maka tidak jarang kita lihat-lihat facebook dulu akhirnya lupa waktu dan pekerjaan jadi tertunda atau bahkan jadi tidak selesai. Hati-hati….!!