Bright Side of PDAM Malang
Menghadiri Seminar “Total Water Facility Management System” yang diadakan oleh PDAM Malang tanggal 18-20 Pebruari 2009 secara umum memberikan ‘bukti nyata’ sebuah implementasi teknologi informasi di bidang air minum. Pengelolan Air Minum semakin menarik dengan adanya sentuhan teknologi, masalah-masalah yang rumit, bisa disederhanakan, terbukti setelah melakukan ‘road show’ dari satu bagian ke bagian lain para karyawan begitu menguasai permasalahan dan dapat mencarikan solusi dengan cepat dan mudah serta terukur.
SOP berjalan dengan baik, terkontrol dan terevaluasi dengan baik.
Salut buat PDAM Kota Malang, tularkan mulai dari masing-masing direktur setiap PDAM, karena dari merekalah wawasan ini harus dimiliki.
Peta Dasar Digital Kota Bandung
Suatu hari ada konsultan datang ke kantor menawarkan jasa pembuatan peta digital dengan menggunakan foto udara dengan skala 1 : 1.000. Harga yang ditawarkan sekira 1,7 Milliar, kalau melihat contoh yang mereka perlihatkan memang hasilnya sangat bagus.
Namun darimana uang sebesar itu harus dianggarkan.
Alangkah baiknya jika saja pihak pemerintah kota dengan Bappedanya yang memprakarsai peta digital Kota Bandung, selanjutnya peta ini dapat digunakan oleh dinas-dinas/BUMD yang memerlukannya. Sehinga jika kita jalan-jalan ke Dinas atau instansi pemerintah lainnya dan bertanya tentang peta, semuanya akan seragam, skala yang sama dan tahun yang sama.
Mudah-mudahan di tahun mendatang, pihak pemerintah kota menganggarkan untuk pengadaan peta tersebut.
ISRAEL :>The REAL TERORIS
Dikutip dari WIKIPEDIA :
Zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.
Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya “Der Judenstaat” (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.
Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
Nah sudah jelas-jelas ISRAEL itu The REAL TERORIS , tidak jauh beda dengan PBB dan Amerikanya…..!!!
Apel : Ukuran Kinerja?
Pukul 07.30, pegawai berkumpul di lapangan kantor, biasanya ada seorang komandan yang menyiapkan barisan dan pimpinan apel menyampaikan amanatnya, selanjutnya berdo’a dan barisan bubar untuk bekerja di masing-masing bagiannya. Sorenya sebelum pulang, mereka berkumpul lagi, namun pimpinan apel hanya mimimpin do’a saja, selanjutnya pegawai pulang ke rumah masing-masing atau bagi mereka yang masih ada perlu ada yang masih ada di kantor atau keluar mengurus keperluannya. Demikianlah yang dinamakan dengan apel yang setiap hari dilakukan, apel pagi dan apel siang, kegiatan apel ini biasanya dilakukan di instansi-instansi pemerintah atau BUMD.
Jika kita berbicara apel, mengingatkan kita jaman sekolah dulu dari SD sampai dengan SMA, selalu melaksanakan upacara sebelum masuk kelas, namun biasanya dilakukan hanya sekali, yakni pada saat kita masuk kelas, namun pada saat kita mahasiswa kegiatan upacara ini tidak dilakukan lagi, kecuali pada hari-hari tertentu, misalnya tanggal 17 Agustus, atau hari – hari besar yang dianggap perlu untuk melakukan upacara. Di instansi-instansi pemerintah atau BUMD, kegiatan upacara (apel) ini muncul kembali, dan salah satu penilaian kinerja pegawai adalah Apel. Ada yang memberikan sangsi jika tidak apel 3 kali berturut-turut dianggap satu kali tidak hadir tanpa berita (alpha).
Sementara penilaian kinerjanya sendiri hanya dinilai dengan DP3 (daftar penilaian pekerjaan pegawai) yang sering kali dinilai oleh tukang ketik DP3 itu sendiri, yang nota bene tidak berhak melakukan penilaian. Dengan demikian seolah-olah ukuran kinerja pegawai didasarkan hanya pada keikut sertaan apel atau tidak, bukan karena bekerja atau tidak, malah jauh sekali menilai pada ukuran prestasi. Apakah benar demikian?
Sayangnya saya tidak punya data empiris tentang kinerja pemerintah yang setiap hari melakukan apel, apakah apel ini berpengaruh terhadap kinerja? Lalu apakah perusahaan / instansi yang tidak melakukan apel akan buruk kinerjanya? Bisakah kinerja ditingkatkan tanpa harus sering melakukan apel? Apakah tidak ada penilaian lain yang lebih baik selain menilai apel?
Wah, kayaknya butuh pemikiran banyak nih tentang apel ini, ada yang punya pendapat?
Lemahnya SIM di PDAM
Kiprah JICA di Indonesia khususnya di bidang air minum, hari Senin 20 Oktober 2008 di presentasikan oleh HIGA SEIKEN sebagai Jica Expert di Gedung PU Cipta Karya jalan Thamrin Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 37 peserta dari PU Cipta Karya dan 27 orang dari konsultan, sementara dari JICA Expert terdiri dari 4 (empat) orang yakni Higa Seiken, Gretty, Hadi Pratama dan Herry Yustiana. Acara berlangsung mulai pukul 10.30 dan berakhir pukul 12.15 yang dibuka dan ditutup oleh Direktur Pengembangan Air Minum, yaitu Bapak Ir. Tamin M. Zakaria Amin M. Sc.
Isue utama dari pertemuan tersebut intinya adalah bantuan JICA yang diberikan kepada 5 PDAM di Jawa Barat (PDAM Subang, PDAM Cianjur, PDAM Purwakarta, PDAM Singaparna, PDAM Garut) untuk bidang GIS (Geographic Information System) dan ada beberapa yang di luar jawa untuk bidang NRW (Non Revenew Water) merupakan sebuah dorongan untuk dikembangkan lebih lanjut oleh masing-masing PDAM.
Hal lain juga dibahas mengenai masalah pengelolaan data yang dinilai masih lemah di sebagian besar PDAM yang ada di Indonesia, padahal data ini adalah sumber informasi yang bisa mendukung terhadap keputusan para pemegang kendali di PDAM, dalam rangka itu pula PU Cipta Karya Pengembangan Air Minum menggulirkan program penyehatan dan bantuan teknologi kepada PDAM serta mentargetkan program penambahan 10 juta pelanggan.
Sadar Pentingnya IT
“Siapa yang menguasai informasi, maka dialah yang menguasai dunia”, sebuah ungkapan yang harus difahami setiap direktur atau manajemen PDAM, dengan terciptanya sistem informasi berbasis teknologi akan banyak memudahkan pihak manajemen dalam melakukan monitoring, evaluasi, perencanaan, membuat keputusan dan lain sebagainya. Semua kegiatan harus didukung oleh data yang akurat dan valid, tidak membuat keputusan yang asal-asalan, keputusan yang berdasarkan perkiraan akan menyebabkan hasil yang lemah, tidak bisa optimal dan mungkin akan menjadikan kesalahan yang fatal.
Beberapa Hal yang Harus Diperbaiki
Secara umum masih banyaknya PDAM yang kurang peduli dengan pengelolaan data ini, apakah itu data pelanggannya, data meter, data pipa, asesoris pipa maupun data-data lainnya, jikalau adapun data tersebut masih disimpan secara hard copy dan masih parsial, sehingga untuk PDAM yang mempunyai jumlah pelanggannya banyak tentu saja akan mengalami kesulitan di dalam pengolahan data ini jika datanya masih seperti tadi.
Begitu pentingnya sistem informasi di PDAM, maka kiranya perlu beberapa hal yang harus diperbaiki, yaitu :
- Manajemen yang mempunyai wawasan IT (Information Technology), masih banyak direktur PDAM yang tidak punya wawasan IT ini, sehingga kebijakannya akan sulit dalam pengembangan sistem informasi yang ada di PDAM. Seyogyanya pemilihan para pemegang keputusan di PDAM harus benar-benar melalui fit and proper test yang profesional, bukan sekedar formalitas yang ujung-ujungnya like and dislike.
- SOTK yang harus mendukung adanya bagian yang mengelola sistem informasi, apakah itu berupa seksi atau bagian SIM atau IT Center atau apapun namanya, yang jelas dapat mengelola sistem informasi PDAM.
- Adanya grand design untuk sistem informasi PDAM ini, sehingga semua kegiatan yang berhubungan sistem informasi ini menginduk pada grand design tersebut.
- Perlunya Bench Marking sistem informasi PDAM, hal seperti ini dapat dirumuskan oleh PERPAMSI misalnya atau oleh PU Cipta Karya Pengembangan Air Minum atau kolaborasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan hal ini. Dengan adanya acuan ini tentu saja akan memudahkan semua PDAM untuk membangun sistem informasi yang lebih baik, yang terintegrasi, murah dan handal.
